Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Firhatin
● online
Firhatin
● online
Halo, perkenalkan saya Firhatin
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Dapatkan promo akhir tahun dengan menghubungi admin kami.
  • Whatsapp admin di 0811 2 9999 1
Beranda » Buku Ajar » Integrasi Etnomatematika Pada Pembelajaran Matematika Tingkat Dasar
click image to preview activate zoom
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Integrasi Etnomatematika Pada Pembelajaran Matematika Tingkat Dasar

Integrasi budaya dalam pembelajaran sebenarnya pentingkah? Sejumlah referensi menyebutkan bahwa siswa dapat lebih mudah mempelajari sesuatu apabila dekat dengan kesehariannya termasuk budaya. Siswa dapat belajar: tentang budaya, melalui budaya, dan dengan budaya. Pendekatan pembelajaran matematika salah satunya dapat dilakukan melalui budaya yang menjadi sumber belajar, Indonesia sangat kaya dengan budaya karona ribuan suku bangsa dimiliki bangsa kita. Seharusnya pembelajaran melalui budaya atau pembelajaran dengan mengintegrasikan tidak pernah bisa karing ide. Satu pokok bahasan yang sama dapat disampaikan dengan ribuan pendekatan. Pembelajaran tentang bangun ruang kerucut misalnya dapat mengambil sumber belajar awug-awug (Jawa Barat), Tumpeng (Jawa Tengah), Gunung Kerinci (Jambi), atau suami (Maluku Papua).

Proses pembolajaran yang ofoktif adalah proses pembelajaran yang menggunakan berbagai ragam sumber belajar. Sumber bolajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar Soro adalah salah satu produk budaya masyarakat Kokas Fakfak berupa perangkap ikan yang dikembangkan sejak zaman penjajahan Jepang. Ide-ido matematika (etnomatem-atika) sero Kokas dapat dintegrasikan ke dalam kurikulum. Dengan kata lain sero dapat dijo dikan sebagai alternatif sumber belajar berbasis budaya Kokas Fakfak Papua Barat. Sero tidak hanya merupakan budaya masyarakat Kokas Fakfak Papua Barat tetapi juga mas-yarakat di pesisir Indonesia lainnya, seperti: Jakarta, Madura, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sulawesi, dan Maluku. Dengan demikian, sero tidak hanya dapat menjadi sumber belajar bagi siswa Kokas, melainkan siswa di daerah lain yang telah mengenal sero.Sero dapat menambah wawasan kobhinekaan, saat soro dijadikan sumber belajar bagi siswa yang belum mengenal sero. Melalui sero, siswa mendapatkan pengalaman bahwa matematika sangat erat dengan kehidupan di lingkungannya, sehingga molivasi siswa dalam bolajar matematika diharapkan dapat meningkat seiring dengan peningkatan hasil belajarnya.

Integrasi Etnomatematika Pada Pembelajaran Matematika Tingkat Dasar

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 56 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*


Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: